Kamis, 28 Mei 2015
Minggu, 19 April 2015
Apa Sih Kabel RJ45 Itu .....????
KABEL RJ45
A. PENGERTIAN KABEL RJ45
Kabel RJ-45 adalah kabel Ethernet yang biasa digunakan
dalamopologi jaringan komputer LAN maupun jaringan komputer tipe lainnya.
Konektor RJ-45 ini memiliki konfigurasi dua macam, sesuai dengan perangkat yang
ingin dihubungkannya.
Dalam
jaringan lan atau yang umumnya menggunakan Ethernet dikenal 2 jenis kabel
jaringan yaitu STRAIGHT dan CROSS , dimana keduanya memiliki fungsi
konektifitas yang berbeda dalam jaringan. Kabel STRAIGHT umumya digunakan untuk
mengghubungakan koneksi dari Port pada Switch / Hub , dan kabel CROSS biasa
digunakan untuk koneksi point to point antar 2 komputer yang di hubungkan lewat
ethernet Card.
Untuk
membedakan kabel CROSS dan STRAIGHT adalah dengan melihat susunan warna pin
pada konektor RG 45 yang terdiri dari 8 warna yang berbeda. cara penyusunan warna yang paling umum digunakan untuk terminasi kabel Straight
dan Cross (Standar International). 8 warna yang biasanya digunakan adalah
Orange (O), Putih Orange (PO), Biru (B), Putih Biru (PB), Hijau (H), Putih
Hijau (PH), Coklat (C), Putih Coklat (PC) . untuk beberapa jenis kabel kualitas
tertentu biasanya hanya menggunakan single color untuk semua pin, anda harus
extra hati-hati melakukan terminasi untuk kabel jenis ini.
Kabel STRAIGHT Untuk melakukan
terminasi kabel straight biasanya beberapa orang menerapkan cara twin
side yaitu menyamakan susunan antara kedua ujung konektor tanpa
memperhatikan susunan warna yang dipakai.
yang
kita gunakan disini adalah susunan warna menurut standart international,kenapa
saya bilang standart international, karena dalam kurikulum dasar yang
diterapkan cisco academy standart ini pasti digunakan dan sebagai basic
knowlegde untuk seorang teknisi jaringan atau engineer ututan ini mutlak
dipahami.
1.Kabel Straight
a. Kabel Straight digunakan pada saat
ingin menghubungkan antara computer dan hub ataupun sebaliknya. Dengan kata
lain metode ini digunakan ketika kita akan menghubungkan 2 komputer ataupun
lebih,tapi melalui perantara seperti hub ataupun switch.Sebenarnya susunan
kabel straight tidak harus persis seperti dibawah ini, susunanya warna bisa
ditukar sesuai selera anda. Susunan warna dibawah ini merupakan standar yang
sering digunakan di Indonesia.
b. Susunan Kabel Straight adalah Susun
kabel-kabel kecil didalamnya dengan urutan seperti ilustrasi berikut:
1) Putih-orange
2)
Orange
3)
Putih-hijau
4) Biru
5)
Putih-biru
6)
Hijau
7)
Putih-coklat
8)
Coklat
ujung satunya persis sama
c. Contoh penggunaan kabel straight adalah
sebagai berikut :
1)
Menghubungkan antara computer dengan switch
2) Menghubungkan computer dengan LAN pada modem
cable/DSL
3) Menghubungkan router dengan LAN pada modem
cable/DSL
4) Menghubungkan switch ke router
5) Menghubungkan hub ke router
2.Kabel Cross
a. Kabel cross digunakan pada saat kita
mau menyambungkan computer ke computer laen,atau kabel ini ini digunakan kalau
kita mau menghubungkan 2 komputer atau hub ke hub, dengan kata lain kabel cross
di gunakan untuk menyambungkan dua perangkat jaringan yang sama.
Kabel CROSS Apabila
dalam melakukan terminasi pada kabel CROSS anda tidak menggunakan standar yang
ditentukan atau karena kabel yang anda gunakan hanya memiliki 1 warna untuk
tiap pinya, yang harus anda ingat adalah urutannya.
kabel cros adalah kabel yang memiliki urutan warna yang
berbeda pada kedua ujung konektor, susunan mana saja yang membedakan nya ? dari
susunan warna yang telah anda susun anda hanya tinggal menukar urutan pin /
warna di salah satu ujung konektor yang anda pasang dimana urutan warna yang
ditukar adalah urutan ke 1 dengan yang ke 3 dan urutan warna yang ke 2 dengan
yang ke 6 . ( 1,3 ) ( 2,6 ) .
b. Susunan
Cross (peer)
Ujung satu
|
Sedangkan ujung satunya lagi
|
1. Putih-hijau
|
1. Putih-orange
|
2. Hijau
|
2. Orange
|
3. Putih-orange
|
3. Putih-hijau
|
4. Biru
|
4. Biru
|
5. Putih-biru
|
5. Putih-biru
|
6. Orange
|
6. Hijau
|
7. Putih-coklat
|
7. Putih-coklat
|
8. Coklat
|
8. Coklat
|
c.
Contoh penggunaan kabel cross over adalah
sebagai berikut :
1)
Menghubungkan 2 buah komputer secara langsung
2) Menghubungkan 2 buah switch
3) Menghubungkan 2 buah hub
4) Menghubungkan switch dengan hub
5) Menghubungkan komputer dengan router
C.
CARA
MEMBUAT KABEL STRAIGHT DAN KABEL CROSS
a.
Kabel straight
1)
Kupas bagian ujung
kabel UTP, kira-kira 2 cm. dengan tang crimping
2)
Buka pilinan kabel,
luruskan dan urutankan kabel sesuai standar gambar.
3)
Setelah urutannya
sesuai standar, potong dan ratakan ujung kabel. dipotong menggunakan tang
crimping
4)
Masukan kabel yang
sudah lurus dan sejajar tersebut ke dalam konektor RJ-45, dan pastikan semua
kabel posisinya sudah benar dengan posisi sebagai berikut:
a.
Ujung kabel 1 – Ujung kabel 2
b.
Putih Orange – Putih
Orange
c.
Orange – Orange
d.
Putih Hijau – Putih
Hijau
e.
Biru – Biru
f.
Putih Biru – Putih
Biru
g.
Hijau – Hijau
h.
Putih Coklat – Putih
Coklat
i.
Coklat – Coklat
5)
Lakukan crimping
menggunakan Tang crimping, tekan tang crimping dan pastikan semua pin
(kuningan) pada konektor RJ-45 sudah “menggigit” tiap-tiap kabel. biasanya akan
terdengar suara “klik”.
b.
kabel cross
Membuat kabel cross memiliki langkah yang hampir sama
dengan kabel straight, perbedaannya hanya terletak pada urutan warna dari kedua
ujung kabel. Berbeda dengan kabel straight yang memiliki urutan warna sama di
kedua ujung kabel, kabel cross memiliki urutan warna yang berbeda pada kedua
ujung kabel.
1)
Ujung Kabel 1 – Ujung
kabel 2
2)
Putih Orange – Putih
Hijau
3)
Orange – Hijau
4)
Putih Hijau – Putih
Orange
5)
Biru – Biru
6)
Putih Biru – Putih
Biru
7)
Hijau – Orange
8)
Putih Coklat – Putih
Coklat
9)
Coklat – Coklat
Dan langkah terakhir yang harus kita lakukan adalah
mengecek kabel yang sudah kita buat tadi dengan menggunakan alat Lan Tester,
caranya masukan masing-masing ujung kabel (konektor RJ-45) ke masing-masing
port yang tersedia pada Lan Tester, nyalakan dan pastikan semua lampu LED
menyala sesuai dengan urutan kabel yang kita buat. Bila ada lampu LED yang tidak
menyala berarti ada kesalahan saat melakukan crimping dengan tang crimping.
D. ALAT-ALAT YANG
DIBUTUHKAN SAAT MEMBUAT KABEL CROSS DAN KABEL STRAIGHT YAITU SEPERTI BERIKUT:
1.
tang crimping
2.
kabel UTP

3.
Konektor RJ-45
4.
Lan Tester
5.
Kabel Cross Dan Kabel
Straight
E. JENIS KABEL
a. Susunan kabel UTP terdiri dari 2 jenis,
yaitu:
b.
Straight
(lurus), biasa digunakan untuk menghubungkan perangkat yang berbeda, misalnya:
komputer ke hub, komputer ke switch.
c.
Cross
(silang), biasa digunakan untuk menghubungkan perangkat yang sama, misalnya:
komputer ke komputer, hub ke hub, switch ke switch.
F. FUNGSI-FUNGSI
1.
Fungsi Kabel Straight
Kabel
dengan kombinasi ini digunakan untuk koneksi antar perangkat yang berbeda
jenis. contohnya sebagai berikut:
a. Menghubungkan antara computer dengan switch
b. Menghubungkan computer dengan LAN pada modem cable/DSL
c. Menghubungkan router dengan LAN pada modem cable/DSL
d. Menghubungkan switch ke router
e. Menghubungkan hub ke router
2.
Fungsi Kabel Cross
Kabel
dengan kombinasi ini adalah diperuntukkan untuk koneksi peer to peer antara
perangkat yang sejenis. contohnya sebagai berikut ini:
a. Menghubungkan 2 buah komputer secara langsung
b. Menghubungkan 2 buah switch
c. Menghubungkan 2 buah hub
d. Menghubungkan switch dengan hub
e. Menghubungkan komputer dengan router
perbedaan
kabel cross dari kabel straight cuma terletak dari kabel nomer 1 dan 3 dan 2
dan 6, kita tinggal menukar saja kedua kabel itu.
G. GAMBAR KABEL CROSS DAN KABEL STRAIGHT
IP
ADDRESS
Pengertian Ip Address Dan Fungsinya
IP Address (Internet
Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner
antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap
komputer host dalam jaringan internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit
(untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang
menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan internet berbasis
TCP/IP.
IP Address
memiliki dua fungsi. Fungsi pertama, sebagai alat identifikasi host atau
antarmuka jaringan. Fungsi kedua, sebagai alamat lokasi jaringan. Fungsi
tersebut diilustrasikan sebagai "Sebuah nama untuk mengetahui siapa dia,
Sebuah alamat untuk mengetahui dimana dia, dan Sebuah rute agar bisa sampai ke
alamat tersebut".
Para pembuat sistem IP
address menggunakan bilangan 32-bit. Sistem ini dikenal sebagai Internet
Protocol Version 4 (IPv4). Tingginya tingkat pertumbuhan dan kapasitas jaringan
internet menyebabkan dibutuhkannya sistem alamat yang mampu mengidentifikasi
lebih banyak anggota jaringan, sistem pengalamatan yang baru diperkenalkan pada
tahun 1995. Sistem tersebut dikenal sebagai IPv6.
Kelas Kelas IP Address
IP address dibagi
menjadi lima kelas, A sampai E. IP address yang dipakai secara umum dibagi
dalam 3 kelas, sementara 2 kelas lainnya dipakai untuk kepentingan khusus. Ini
untuk memudahkan pendistribusian IP address ke seluruh dunia.
macam-macam kelas ip
address
Dalam IP address dikenal 5 kelas yakni kelas A, kelas B, kelas C, kelas D
dan kelas E. Semua itu didesain untuk kebutuhan jenis-jenisnya sendiri, antara
lain :
1. Kelas A
Jika bit pertama dari IP Address adalah 0, address
merupakan network kelas A. Bit ini dan 7 bit berikutnya (8 bit pertama)
merupakan bit network sedangkan 24 bit terakhir merupakan bit host. Dengan
demikian hanya ada 128 network kelas A, yakni dari nomor 0.xxx.xxx.xxx sampai
127.xxx.xxx.xxx, tetapi setiap network dapat menampung lebih dari 16 juta
(256^3) host (xxx adalah variabel, nilainya dari 0 s/d 255).
Kelas A :
a) Format :
0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh
b) Bit pertama : 0
c) Panjang Network ID : 8
bit
d) Panjang Host ID : 24 bit
e) Byte pertama : 0 – 127
f) Jumlah : 126 kelas A (0
dan 127 dicadangkan)
g) Range IP : 1.xxx.xxx.xxx
sampai 126.xxx.xxx.xxx
h) Jumlah IP : 16.777.214
IP address pada tiap kelas A
IP address kelas ini diberikan kepada suatu jaringan yang berukuran sangat
besar, yang pada tiap jaringannya terdapat sekitar 16 juta host.
2. Kelas B
Jika 2 bit pertama dari IP Address adalah 10, address merupakan network
kelas B. Dua bit ini dan 14 bit berikutnya (16 bit pertama) merupakan bit
network sedangkan 16 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian terdapat
lebih dari 16 ribu network kelas B (64 x 256), yakni dari network 128.0.xxx.xxx
– 191.255.xxx.xxx. Setiap network kelas B mampu menampung lebih dari 65 ribu
host (256^2)
Kelas B
a) Format :
10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh
b) 2 bit pertama : 10
c) Panjang Network ID : 16
bit
d) Panjang Host ID : 16 bit
e) Byte pertama : 128 – 191
f) Jumlah : 16.384 kelas B
g) Range IP : 128.0.xxx.xxx
sampai 191.155.xxx.xxx
h) Jumlah IP : 65.535 IP
address pada tiap kelas B
IP address kelas ini diberikan kepada jaringan dengan ukuran sedang-besar.
Contohnya adalah jaringan kampus ITB yang mendapat alokasi IP address kelas B
(terima kasih kepada Onno W. Purbo), dengan network id 167.205.
3. Kelas C
Jika 3 bit pertama dari IP Address adalah 110, address merupakan network
kelas C. Tiga bit ini dan 21 bit berikutnya (24 bit pertama) merupakan bit
network sedangkan 8 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian terdapat
lebih dari 2 juta network kelas C (32 x 256 x 256), yakni dari nomor
192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx. Setiap network kelas C hanya mampu
menampung sekitar 256 host.
Kelas C :
a) Format :
110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh
b) 3 bit pertama : 110
c) Panjang Network ID : 24
bit
d) Panjang Host ID : 8 bit
e) Byte pertama : 192 – 223
f) Jumlah : 2.097.152 kelas
C
g) Range IP : 192.0.0.xxx
sampai 223.255.255.xxx
h) Jumlah IP : 254 IP
address pada tiap kelas C
IP kelas ini dialokasikan untuk jaringan berukuran kecil.
4. Kelas D
Khusus kelas D ini digunakan untuk tujuan multicasting. Dalam kelas ini
tidak lagi dibahas mengenai netid dan hostid. Jika 4 bit pertama adalah 1110,
IP Address merupakan kelas D yang digunakan untuk multicast
address, yakni sejumlah komputer yang memakai bersama suatu aplikasi
(bedakan dengan pengertian network address yang mengacu kepada sejumlah
komputer yang memakai bersama suatu network). Salah satu penggunaan multicast
address yang sedang berkembang saat ini di Internet adalah untuk aplikasi
real-time video conference yang melibatkan lebih dari dua host (multipoint),
menggunakan Multicast Backbon
Contohnya adalah aplikasi real-time video conference yang melibatkan lebih
dari dua host, seperti yang diadakan di ITB dalam program SOI (School on
Internet) bersama beberapa universitas di Asia. Ciri IP kelas D adalah 4 bit
pertamanya 1110.
5. Kelas E
Kelas terakhir adalah kelas E (4 bit pertama adalah 1111 atau sisa dari
seluruh kelas). Pemakaiannya dicadangkan untuk kegiatan eksperimental. Juga
tidak ada dikenal netid dan hostid di sini.
CARA SETTING MANUAL IP ADRESS (INTERNET)
1.
Klik Start, pilih Control Panel
2.
Pada
layar icon Network and Internet, klik view network status and task
3.
Selanjutnya
Jendela Network and sharing Center terbuka, klik chang adaptor setting
4.
Klik
kanan pada layar icon Local Area Connection,
lalu pilih properties

5.
Double
Klik Internet Protocol (TCP/IP) yang ada di dalam kotak
dialog Local Area Connection sampai keluar kotak dialog
baru : Internet Protocol (TCP/IP) Protocol

6.
Klik
use the following IP Address, Masukkan alamat IP. Misalkan alamat IP komputer
pribadi kita adalah 192.168.1.1 dan komputer kedua adalah 192.168.1.2 dst,
dengan subnet mask 255.255.255.0. silahkan diikuti DNS nya ( DNS google )
7. Setelah
setting TCP/IP ini telah dimasukkan, klik OK untuk menutup kotak dialog
Internet Connection (TCP/IP) Properties.
8.
Klik
OK untuk menutup kotak dialog pada “Local Area Connection
Properties”
9. Finish,
Coba kamu cek dengan browser yang kalian gunakan apakah sudah terkoneksikan
dengan baik atau belum.
Macam-Macam Jenis IP
address
1. Public Address adalah IP Address yang digunakan untuk
komunikasi pada jaringan di internet, sebagai contoh pada saat kita pertama
kali mengakses URLhttp://www.google.co.id , maka secara otomatis
computer kita akan melakukan koneksi menuju alamat 72.14.203.147. angka
tersebut dapat kita lihat pada baris status dibrowser kita (Internet
Explorer/Mozilla Firefox) yang terletak pada sebelah kiri bawah. Nomor
72.14.203.147 adalah IP address yang digunakan di jaringan internet dan
digolongkan sebagai Public Address.
2. Private Address adalah IP Address yang digunakan untuk
komunikasi yang tidak terhubung langsung dengan internet atau berada pada
sebuah area local. Dengan menggunakan Private Address ini, computer tidak dapat
terhubung dengan internet. Hanya dapat bertukar informasi dengan computer
lainnya yang juga terhubung pada jaringan yang sama (intranet). Private IP ini
biasanya digunakan pada suatu perkantoran. Nomor yang digunakan biasanya
dimulai dengan 192.168.0.1 sampai seterusnya sebanyak computer yang ada.
3. IP Dynamic adalah ip yg diberikan dari server dhcp (isp)
biasanya akan berubah setiap kamu terputus, lalu connect-ulang (restart
komputer, dll) tidak perlu configurasi tambahan, cukup set config koneksi kamu
dari ip sampai dns ke mode-otomatis.
4. IP Static adlah ip yg dialokasikan dan diberikan secara langsung dari pihak
isp. kamu perlu memasukkan ip yg dialokasikan dari isp kamu tadi ke config
koneksi kamu. sehingga waktu kamu terputus dan connect-ulang (restart komputer,
ip amu tidak akan berubah) ip dynamic biasanya digunakan
oleh kebanyakan user rumahan dan soho (small office, home office) ip
statik biasanya digunakan oleh kebanyakan user professional, server, dan
enterprise.
Address Khusus
Selain address yang
dipergunakan untuk pengenal host, ada beberapa jenis address yang digunakan
untuk keperluan khusus dan tidak boleh digunakan untuk pengenal host. Address
tersebut adalah :
1. Network Address.
Address ini digunakan untuk mengenali suatu network pada jaringan Internet.
Misalkan untuk host dengan IP Address kelas B 167.205.9.35. Tanpa memakai
subnet, network address dari host ini adalah 167.205.0.0. Address ini didapat
dengan membuat seluruh bit host pada 2 segmen terakhir menjadi 0. Tujuannya
adalah untuk menyederhanakan informasi routing pada Internet. Router cukup
melihat network address (167.205) untuk menentukan kemana paket tersebut harus
dikirimkan. Contoh untuk kelas C, network address untuk IP address
202.152.1.250 adalah 202.152.1.0.
2. Broadcast Address
Address ini digunakan untuk mengirim/menerima informasi yang harus
diketahui oleh seluruh host yang ada pada suatu network. Seperti diketahui,
setiap paket IP memiliki header alamat tujuan berupa IP Address dari host yang
akan dituju oleh paket tersebut. Dengan adanya alamat ini, maka hanya host
tujuan saja yang memproses paket tersebut, sedangkan host lain akan
mengabaikannya. Bagaimana jika suatu host ingin mengirim paket kepada seluruh
host yang ada pada networknya? Tidak efisien jika ia harus membuat replikasi
paket sebanyak jumlah host tujuan. Pemakaian bandwidth akan meningkat dan beban
kerja host pengirim bertambah, padahal isi paket-paket tersebut sama. Oleh
karena itu, dibuat konsep broadcast address. Host cukup mengirim ke alamat
broadcast, maka seluruh host yang ada pada network akan menerima paket
tersebut. Konsekuensinya, seluruh host pada network yang sama harus memiliki
address broadcast yang sama dan address tersebut tidak boleh digunakan sebagai
IP Address untuk host tertentu. Jadi, sebenarnya setiap host memiliki 2 address
untuk menerima paket : pertama adalah IP Addressnya yang bersifat unik dan
kedua adalah broadcast address pada network tempat host tersebut berada. Address
broadcast diperoleh dengan membuat seluruh bit host pada IP Address menjadi 1.
Jadi, untuk host dengan IP address 167.205.9.35 atau 167.205.240.2, broadcast
addressnya adalah 167.205.255.255 (2 segmen terakhir dari IP Address tersebut
dibuat berharga 11111111.11111111, sehingga secara desimal terbaca 255.255).
Jenis informasi yang dibroadcast biasanya adalah informasi routing.
3. Netmask
adalah address yang digunakan untuk melakukan masking/filter pada proses
pembentukan routing supaya kita cukup memperhatikan beberapa bit saja dari
total 32 bit IP Address. Artinya dengan menggunakan netmask tidak perlu kita
memperhatikan seluruh (32 bit) IP address untuk menentukan routing, akan tetapi
cukup beberapa buah saja dari IP address yg kita perlu perhatikan untuk
menentukan kemana packet tersebut dikirim.
Langganan:
Postingan (Atom)

.jpg)


.jpg)
.jpg)